Hujan Salju

Kamis, 27 Februari 2014

Ringkasan Peran Konsumen dan Produsen



[Ringkasan Materi]
Peran Konsumen dan Produsen



A.     Peran Konsumen
1.      Pengertian Komsumsi
Konsumsi merupakan kegiatan memanfaatkan nilai guna benda pemuas kebutuhan.
Dalam ilmu ekonomi, konsumsi adalah kegiatan untuk mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang dari atau jasa.

Benda yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan disebut benda konsumsi.
Benda konsumsi memiliki ciri sebagai berikut :
a.       Digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia
b.      Dapat habis jika digunakan secara terus menerus
2.      Tujuan Konsumsi
Secara ringkas, tujuan konsumsi dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya-upaya manusia untuk menyediakan dan menggunakan (mengkonsumsi) barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau memuaskan pihak yang membutuhkan.
Tujuan paling dasar konsumsi, adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau memuaskan dengan mengonsumsi barang-barang atau jasa-jasa tertentu.
3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen
a.       Faltor internal (dari dalam diri konsumen)
1)      Pendapatan
2)      Motivasi dan sikap hidup
3)      Selera
b.      Faktor eksternal
1)      Harga barang
2)      Status sosial
3)      Kebudayaan
B.     Peran Produsen

Produksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan atau menambah faedah atau kegunaan suatu barang.
Ciri-ciri kegiatan yang dilakukan produsen antara lain : terdapat pemasukan bahan baku sebagai input dan terjadi proses perubahan dari input atau bahan baku menjadi suatu produk atau lebih.

Tujuan utama produsen yaitu mencari laba.
Tujuan lain kegiatan produksi menyediakan alat pemuas kebutuhan, memenuhi kebutuhan baik kebutuhan negeri dan luar negeri dan meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Dalam kegiatan ekonomi peran produsen adalah sebagai penyedia alat pemuas kebutuhan. Alat pemuas kebutuhan tersebut dapat berupa barang maupun jasa.

Selasa, 21 Januari 2014

Sampai Kapan?

Aku bertanya-tanya,
Sampai kapan?

'Sampai kapan kita akan bersama?'
Itu pertanyaanku ketika kita di hari kemarin berdua bersama.

Lalu,
'Sampai kapan kita seperti ini?'
Itu pertanyaanku ketika kita nampak seperti ombak.
Pasang surut, kedekatan kita berdua sungguh tak menentu.

Kita tertawa, bercanda, saling mengejek.
Kita nampak seperti sangat akrab, seolah kita telah bersama dalam waktu yang lama.
Kita saling melempar senyum, seolah ingin menyampaikan kasih yang tak pernah terucap.

Aku pikir kita lebih dari sekedar teman. Sahabat? atau apa? ah, seperti itulah.
Yang pasti, dirimu special bagiku.
Dan akupun merasa, aku special bagimu.

Terlalu percaya diri, mungkin begitulah aku mencemooh diriku sendiri.

Aku tak special untukmu.
Aku tak pernah melewati garis 'teman' bagimu.
Kau memang bersikap lebih perhatian, tapi itu hanyalah basa-basi sebagai teman yang menaungi kelas yang sama. Ya, kan?

Aku tahu, aku sadar.

Hingga pertanyaan baru muncul,
'Sampai kapan? sampai kapan aku menyayangimu?'
'Sampai kapan aku memperhatikanmu dari jauh?'
'Sampai kapan aku berpura-pura baik-baik saja sedang faktanya aku terluka.'

Aku terlalu berharap padamu.

'Sampai kapan?'
'Sampai kapan aku dan kamu dalam cerita ini?'

Dalam diam yang tak berujung ketika aku yang selalu menjadi burung yang berkicau kini diam.

Jumat, 25 Oktober 2013

Curhatku

Guruku pernah berkata, tulislah apa yang ada di pikiranmu jika kau ingin menjadi seorang penulis bahkan jika itu tak penting.
Ini untuk hal yang penting bagiku, soal perasaanku yang tak dapat aku ungkapkan.
biar dia tak tahu, akan kuungkap pada dunia.

To : P.Y



Aku menyukaimu dan menyayangimu sebagai kakakku. Kau tahu sendiri, aku anak pertama, dan aku begitu mendamba sosok seorang kakak.

Aku mengenalmu, dekat denganmu dan mulai merasa nyaman disekitarmu. Kau begitu baik, dewasa dan perhatian. Pertaman aku mengagumimu, dari aku duduk di bangku kelas sepuluh, hingga kini, aku bisa berada di sisimu.

Di kelas 11 aku tidak begitu dekat denganmu… tapi di kelas 11 itu, aku mulai menyayangimu. Kau tahu? Kau special bagiku. Bukan sekedar teman biasa. Aku pernah bertanya padamu, apa kita bisa menjadi adik-kakak? Tidak, saat itu aku sudah terlambat. Saat itu kau telah memiliki seseorang yang sungguh kau sayang sebagai adikmu. Aku jelas sedih, namun aku tak berniat jauh darimu untuk mengubur lukaku.

Aku tetap di dekatmu, sampai saat ini, aku tetap menjadi sosok semu di sekitarmu. Aku tetap mengagumimu, memperhatikanmu dan semakin menyayangimu. Apa kau tahu? Banyak hal yang tak dapat aku sampaikan padamu. Banyak waktu dimana aku memikirkanmu… banyak saat dimana aku cemburu pada orang yang dekat denganmu, banyak kata yang tertahan di hatiku saat aku ingin mengungkapkan apa yang aku rasakan. Sayang, sedih, cemburu.
Setiap mulutku hampir terbuka, selalu aku urungkan niatku. 

Aku takut, pengakuanku menjadi beban untukmu. Satu hal yang tak akan aku lakukan untukmu, adalah menjadi beban bagimu. Aku tak ingin kau gundah saat aku berkata tentang semuanya. Karena aku tahu, teman sangat berarti bagimu, dan kau tidak mungkin menyakiti orang yang kau sayang. Kau tidak mungkin begitu saja berkata bahwa kau tak merasakan hal apapun atas diriku tanpa rasa sesak di hatimu.

Aku tak ingin menyakitimu dengan kasih sayangku.

Aku hanya ingin di sisimu, menemanimu saat tak ada dia di sisimu. Aku hanya akan menjadi pengganti hadirnya, dan aku menerima peranku. Dan saat ia ada, aku akan selalu menyadarkan akal sehatku untuk mundur dari hadapmu.

Ini semua bukan hal mudah, ini bahkan bisa membuat airmataku terjatuh. Namun hanya ini pilahan yang aku punya, agar dapat tetap bersamamu.

Dapatkah kau mengerti maksudku? Dapatkah kini kau mengerti mengapa terkadang aku bertindak aneh dan berkata ‘marah’ padamu. Aku cemburu saat itu, aku sedih saat itu. Dan hanya dengan berkata ‘aku marah padamu’, aku bisa mengungkapkan isi hatiku dengan makna tersirat. Dengan kalimat itu, aku mencoba menyadarkan diriku bahwa aku tak bisa selalu berpura-pura baik-baik saja di depanmu.

Namun tetap… sampai saat ini aku berpura-pura baik-baik saja di depanmu. Hingga nanti, atau selamanya.
Aku ingin kau tau semua ini, tidak, aku harap kau tidak tahu semua ini. Biarkan aku tetap menjadi bayang di hidupmu… 

Bukan berlagak sok kuat, aku hanya tak bermaksud mengganggu ikatanmu dengannya. Karena aku sadar ia yang terbaik untukmu.

Rabu, 23 Oktober 2013

En Donde Estas (Agnes Feat Christian Chavez)

Christian Chavez:
Disfrazando con un beso este vacío que se siente.
Ocultando en el silencio otra mañana indiferente.
Cada uno caminando en sentido contrario al corazón.
Te extraño, amor

Agnes Monica :
Pejamkan mataku dan kurasakan saat itu
Masih teringat rasa yg kita punya sejak dulu
Namun ini langkahmu dan ini maumu
Kamu jauh dariku

Chorus (Christian Chavez and Agnes Monica):
Que se moría por una mirada,
Que entre tus brazos solo suspiraba,
Que le bastaba como una caricia
Para curarlo de cualquier herida.
Que nos faltaba para enamorarnos?
Convencidos en nos separarnos.
Tú y yo jurabamos y nos creía
Que tanto amor hasta nos sobraría.
En dónde estás?
En dónde estoy? si te quería

And the time has passed us by
There's no more words to say
We forget to love each other
This is all we ever had
Where did you go
But I Still Love You

Agnes Monica and Christian take turn singing this part :
Did you go (Where did you go)
And where I Am (where am I)
But I Still love you
Kau di mana (En dónde estás?)
En dónde estoy (En dónde estoy)
But I Still Love YouEn Donde Estas

Syukur

Terkadang kita lupa detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, minggu ini ataupun bulan ini kita belum bersyukur.
Kadang kita hanyut dalam dunia kita, manikmati semua itu, dan lupa pada yang di atas.
Kadang kita merasa, hidup kita tak sebaik orang lain.
Dan kita... lupa tentang hal kecil yang dapat kita syukuri.

Seperti hal nya nafas ini, kadang terlupakan betapa nikmatnya itu.
Bukankah sangat sulit untuk kita bernafas saat kita terkena flu atau semacamnya?

Hidup memang tak selalu baik, tapi mari kita syukuri hal yang ada pada hari ini sebelum kita kehilangan hal tersebut.


Senin, 16 September 2013

Makna Syukur - Cerita Atrhun Ashe



Atrhun Ashe dilahirkan di Richmond, Virginia, Amerika Serikat. Ketika berumur enam tahun, ibunya meninggal dunia. Setelah menyelesaikan SMU, Ashe mendapatkan beasiswa tenis University of California. 
Pada1965, ia menjadi juara tenis tingkat Universitis. Tahun 1969, Ashe mememengkan kejuaraan tenis US Open dan membantu Amerika merebut piala Davis. Namun, pada tahun yang sama ia dilarang mengikuti turnamen di Afrika selatan karena berkulit hitam, rasisme pada saat itu.
          Tahun 1980, Arthun memutuskan pensiun  dari dunia tenis dan masuk tennis Hall of fame pada 1985. Pada1988, ia mengalami masa-masa sulit karena inveksi AIDS yang ia dapatkan dari tranfusi darah sewaktu menjalani pembedahan untuk mengobati penyakit di hatinya. Tentu saja, ia mendapatkan simpati dari penggemar di seluruh dunia, Dari sekian banyak surat, salah satu surat yang ia terima berbunyi, “Mengapa Tuhan memberikanmu penyakit seburuk ini?”
          Arthur membalas surat itu, “ Di dunia ini, ada 50 juta anak-anak yang pernah belajar tenis, 5 juta yang belajar tenis secara rutin, 500.000 belajar secara professional, 50.000 mengikuti pertandingan tenis, 5.000 di antaranya berhasil ke Grand Slam, 50 orang berhasil ke Wimbledon, 4 sampai ke semi final, 2 orang yang berhasil ke babak final. Ketika saya merayakan kemenangan dan memegang piala Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, “Mengapa saya?” Dan, hari ini tuhan mentakdirkan ini, pantaskah saya bertanya kepada tuhan, “Mengapa saya?”
          Banyak orang yang lupa  bersyukur ketika diberi kenikmatan. Banyak pula yang membenci Tuhan ketika diberi musibah. Akankah Anda menjadi orang itu?


Dikutip dari buku :

SHOLA (sahabat sekolah), penerbit : Harapan Makmur